Cara Sederhana Backup Website secara Otomatis di VPS Linux dengan Cron Job


Mengamankan data di VPS kamu memang sangatlah penting, apalagi jika data yang kamu simpan merupakan data yang berarti.

Bagi kamu yang mempunyai situs web dan menggunakan VPS sebagai server perlu tahu tutorial ini, karena dengan mengamankan data situs web kamu masih punya cadangan data jika sewaktu-waktu VPS kamu bermasalah.

Sebelum kamu lanjut membaca tutorial ini, pastikan kamu sudah me-remote VPS kamu melalui SSH, setelah itu kamu bisa mengikuti tutorial di bawah ini:

1. Membackup Website

Umumnya data website kamu berlokasi di /var/www/html, dan folder tersebut akan dijadikan sebagai contoh untuk tutorial ini.

Pertama, kamu perlu membuat file bash untuk mempermudah prosesnya nanti.

Kamu bisa mengetik perintah berikut untuk membuat file bash, sebagai contoh Deace.ID akan membuat file bash dengan nama backup.sh di folder /root.

nano backup.sh

Kamu bisa menyalin kode berikut ini ke edit nano.

#!/bin.sh 
destination_folder=FOLDER_TUJUAN
mkdir -p $destination_folder
archive_file="website-`date +%F`.tar.gz"
tar -czvf $destination_folder/$archive_file FOLDER_YANG_AKAN_DIBACKUP

Penjelasannya:

  • destination_folder, adalah lokasi folder dimana kamu menyimpan file hasil backup.
  • /var/www/wordpress, adalah folder yang akan dibackup
Kamu perlu menyesuaikan kembali agar tidak terjadi error, sebagai contoh kamu bisa melihat gambar di bawah ini:


Setelah kamu menyesuaikan, tekan tombol CTRL + O dan Enter, untuk menyimpan file. Jangan tutup dulu jendela terminal kamu karena masih ada langkah selanjutnya.

2. Membackup Database Website


Masih dalam jendela terminal, buat baris baru kemudian masukkan kode berikut di editor nano kamu:


db_user=USERNAME_DATABASE
db_password='PASSWORD_DATABASE'
db_name="NAMA_DATABASE"
backup_filename=$db_name-`date +%F`
mysqldump -h localhost -u $db_user -p$db_password $db_name | gzip > $destination_folder/$backup_filename.sql.gz

Sebagai contoh kamu bisa melihat gambar di bawah ini:


Setelah semua konfigurasi sudah benar kamu bisa menutup dan menyimpan file dengan menekan tombol CTRL + O dan CTRL + X.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal file backup.sh sebagai contoh di simpan di folder /root.

Agar skrip dapat dijalankan kamu perlu mengatur permissions file bash dengan mengetik:

chmod +x backup.sh

3. Mengkonfigurasi Cron Job


Pada jendela terminal, kamu perlu menjalankan perintah berikut:

sudo crontab -e

Kemudian tambahkan kode berikut di baris paling bawah:

0 1 * * * /root/backup.sh

0 1 * * * berarti akan melakukan backup setiap pukul 1 dini hari setiap hari.

Kamu bisa menyesuaikan kembali dengan mengubah format cron.

format cron-nya adalah "[menit] [jam] [hari (bulanan)] [bulan] hari [mingguan] "

Penjelasan:

  • menit: cron berjalan setiap berapa menit sekali
  • jam: cron berjalan berjalan setiap hari di jam yang sudah ditentukan
  • hari (bulanan): cron berjalan setiap bulan sekali
  • bulan: cron berjalan setiap di bulan 
  • hari (mingguan): cron berjalan setiap minggu sekali

Jika masih bingung konfigurasi cron, kamu bisa memanfaatkan crontab.guru.

Dengan menggunakan cara ini kamu tidak perlu menginstal plugin untuk membackup website, semoga saja tutorial ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan silakan tanyakan saja di kolom komentar.

0 komentar

Posting Komentar